Beranda Otomotif Semua Model Wuling di Indonesia Masih Adopsi dari Tiongkok

Semua Model Wuling di Indonesia Masih Adopsi dari Tiongkok

9
0
Semua Model Wuling di Indonesia Masih Adopsi dari Tiongkok

Royyan.net – Harus diakui kalau sepak terjang PT SGMW Indonesia (Wuling Motors) di Indonesia penuh strategi yang terukur dan keberhasilan. Tak terasa sudah tiga warsa merek asal Tiongkok ini sudah mengikis ketidakpercaaan terhadap kualitas produk.

Justru sebaliknya, beberapa model yang sudah diluncurkan di Indonesia sudah mulai dikenal dan bersaing ketat dengan merek lain yang lebih dulu hadir. Memang, beberapa produk Wuling yang dijual di Indonesia masih dalam satu benang merah dengan model yang sebelumnya ada di negara asalnya.

Misalnya Confero yang mengusung basis dari model Hongguang, ada juga Cortez yang mengusung dari Baojun 370. Serta yang terakhir hadir pada 2019 yaitu Almaz diambil dari “raga” Bjoun 530.

Akan tetapi semua model yang dihadirkan Wuling di Tanah Air mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Dari semua model yang mengadopsi beberapa model dari negara asalnya, ada yang belum dilakukan secara mandiri.

Yaitu mengembangkan model sendiri yang asli dari Indonesia, misalnya seperti yang dilakukan oleh Honda dengan menghadirkan Mobilio yang menjadi produk global. Dengan adanya pabrik dan pengembangan di Indonesia, Wuling rupanya sudah mempunyai rencana.

Danang Wiratmoko selaku Product Planning PT SGMW Wuling Indonesia memberikan tanggapan terkait hal ini. Dirinya menjelaskan jika pengembangan model ‘rasa lokal’ sebenarnya sudah menjadi wacana dan mulai dilakukan.

“Salah satu tujuannya, terus menambah komponen lokal, dan arahnya suatu saat kita bisa bikin produk tersebut (rasa lokal),” ungkap Danang.

Sayangnya hanya sebatas wacana karena hingga saat ini Wuling Indonesia masih belum bisa menerapkan strategi soal rencana produk baru. Khususnya untuk memenuhi kebutuhan di pasar Indonesia yang original.

Danang menambahkan kalau ini diperlukan beberapa pengamatan, survey, dan berbagai faktor lain agar bisa sesuai dengan target market di Tanah Air. Memang sangat beralasan, seharusnya ini bisa berjalan pararel.

“Kita masih belum mempunyai desain center, lalu powertrain development yaitu mesin dan transmisi masing menggunakan aset headquarter. Sedikit demi sedikit, lokal konten akan kita tambah, dan tujuannya membuat produk yang benar-benar dari Indonesia,” ujarnya.

Ya, bisa disimpulkan kalau Wuling masih membaca pasar lebih dalam untuk melakukan hal ini. Persis dilakukan saat pertama kali ingin menginjakkan bisnis otomotifnya di Indonesia. Diperlukan waktu kurang lebih dua tahun membaca kondisi pasar Indonesia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini