Beranda Otomotif Mantan Pembalap Formula 1 Racik Ulang Mesin Dua Tak Ramah Lingkungan

Mantan Pembalap Formula 1 Racik Ulang Mesin Dua Tak Ramah Lingkungan

2
0
Jawapos

Royyan.net – Mesin dua tak atau two stroke sampai saat ini masih memiliki basis penggemar setia yang terbilang besar. Mesin dua langkah itu bahkan meninggalkan kesan tersendiri bagi pemiliknya, mulai dari konstruksi sederhana, bobot yang ringan dan output daya yang terbilang di atas rata-rata mesin empat tak.

Namun, seiring berjalannya waktu, mesin dua tak perlahan mulai ditinggalkan para pabrikan otomotif dunia. Hal tersebut tak lain terkait dengan standar emisi yang ketat yang telah memaksa sebagian besar produsen untuk berhenti memproduksi mesin tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Mesin dua tak memang dikenal menggunakan pelumas tambahan atau oli samping untuk membasahi piston agar bisa optimal kinerjanya. Karena hal itu, mesin dua tak jadi mengeluarkan kepulan asap saat dinyalakan.

Berupaya untuk tetap bisa menjaga kelangsungan mesin dua tak hingga masa mendatang atau bahkan ikut andil dalam era elektrifikasi dengan teknologi Plugin Hybrid, mantan pembalap Formula 1 (F1) asal Australia, Basil van Rooyen telah menciptakan dan meracik ulang mesin dua langkah.

Hal itu dilakukannya lantaran dirinya diketahui merupakan penggemar mesin dua tak. Seperti sudah disinggung di atas, mesin dua tak masih dicintai karena performanya yang buas dengan konstruksi yang sederhana dan ringan.

Van Royen menciptakan ulang mesin dua tak yang diklaim lebih ramah lingkungan dan bersih menggunakan bak mesin dari Suzuki Boulevard 800 dan silinder head Rotax 800. Mesin yang dinamai Crankcase Independent Two-Stroke (CITS) racikannya dikatakan mencegah pelumasan total hilang untuk memenuhi peraturan emisi saat ini.

“Pertama, ada dua kemungkinan bagi teknologi CITS untuk merevolusi beberapa pasar.” Kata van Rooyen kepada Motor Equipment News dikutip Royyan.net pada Kamis (23/7). Mesin tersebut tak hanya untuk kebutuhan otomotif, van Royen mengatakan mesin buatannya juga bisa digunakan untuk kebutuhan lain.

“Khususnya motor tempel, Plug-in Hybrid Vehicle (PHEV), dan pasar tenaga industri untuk rumah sakit besar atau generator cadangan rumah kecil, dan pompa air portabel,” imbuhnya.

Van Rooyen mengklaim bahwa CITS lebih kuat, efisien, dan ekonomis dari pada mesin empat langkah, sementara juga lebih ringan, lebih kecil, dan lebih murah untuk diproduksi. Meski mantan pembalap dan insinyur itu memuji mesinnya di atas mesin modern, motor CITS menggunakan bak oli yang biasa ditemukan pada empat langkah untuk menghilangkan campuran bahan bakar atau oli di ruang bakar.

Sistem ini juga menggunakan injeksi langsung dengan katup bypass, yang menggantikan throttle konvensional dan memastikan penonaktifan silinder progresif dapat dilakukan.

Semua inovasi van Rooyen meracik ulang mesin dua langkah dikatakan juga berhasil menghemat bahan bakar dengan konsumsi minyak 95 persen lebih sedikit. Rasio de kompresi tiga kali lebih tinggi, dan menghilangkan penggunaan bantalan rol juga bisa didapatkan pada mesin yang dibuatnya ini.

Selain itu, CITS yang lebih ekonomis dan kuat juga lebih tenang, yang seharusnya bisa membuat suara yang lebih menyenangkan bagi telinga kebanyakan orang. Sebagaimana diketahui juga, mesin dua tak menghasilkan suara yang cukup bising.

Prototipe mesin dua langkah yang dibuat van Royen membawa konfigurasi v-twin. Dia mengklaim teknologinya juga dapat ditingkatkan ke aplikasi V12 dengan v-twin yang menghasilkan hingga 167 tenaga kuda dan V12s menghasilkan 1.341 tenaga kuda.

Dirinya juga saat ini sedang mencari mitra investasi di Melbourne dan bersiap untuk menguji kembali motor CITS di fasilitas Melbourne. Dengan jalan panjang di depan, van Rooyen tetap fokus pada potensi mesin di sepeda motor dan mobil.

“Tentu saja, mereka akan menjadi penting untuk masa transisi ke listrik dari bahan bakar non-fosil, sampai baterai memiliki jejak karbon yang lebih rendah dari tambang ke ruang pamer, dan dengan biaya yang terjangkau untuk pasar masal,” kata van Rooyen.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini