Beranda Gadget India-Tiongkok Masih Memanas, Oppo dan Vivo Tunda Rencana Investasi

India-Tiongkok Masih Memanas, Oppo dan Vivo Tunda Rencana Investasi

1
0
India-Tiongkok Masih Memanas, Oppo dan Vivo Tunda Rencana Investasi

Royyan.net – Bagi para produsen smartphone dan perangkat teknologi Tiongkok, India adalah pasar yang menjanjikan. Di Negeri Gangga itu, boleh dibilang merek smartphone Tiongkok banyak meraup keuntungan dengan ceruk pasar di berbagai segmen yang masih menjanjikan.

Oppo dan Vivo misalnya, di India, raksasa elektronik Tiongkok itu melalui brand-brand pecahannya juga seperti Realme dan OnePlus memiliki market share yang terbilang tinggi di India. Saking menjanjikannya, India bahkan menjadi ‘arena tempur’ baru bagi merek-merek smartphone Tiongkok yang juga saling berkompetisi di sana.

Seiring dengan masih memanasnya tensi hubungan diplomatik India-Tiongkok, hal tersebut dikatakan mulai berdampak pada sektor industri teknologi.Tak terkecuali smartphone. Kabar terbaru datang menyebut kalau Oppo dan Vivo menunda rencana investasinya di India karena masih panasnya suhu hubungan dengan Tiongkok.

Pembuat smartphone Tiongkok, Oppo dan Vivo, sebagaimana dikutip Royyan.net dari EconomicTimes via Gizmochina, Minggu (5/7), mereka dikabarkan menahan semua investasi di India. Yakni terkait manufaktur, mengingat situasi geopolitik saat ini. Pemerintah setempat baru-baru ini melarang 59 aplikasi Tiongkok.

Hubungan kedua negara tersebut ditandai dengan ketidakstabilan dan bentrokan militer antara perbatasan Indo-Cina yang telah menyebabkan meningkatnya gesekan antara kedua negara. Sebelumnya, dilaporkan juga kalau berbagai merek teknologi Tiongkok mulai menghadapi masalah sejak pengiriman ditahan, menyebabkan keterlambatan.

Dan sekarang, Oppo dan Vivo sedang mengatasi ambisi mereka di wilayah tersebut. Khususnya, kedua produsen smartphone belum mendaftar untuk skema insentif terkait-produksi (PLI) India.

Menurut beberapa eksekutif dari merek smartphone Tiongkok yang terpengaruh, fokus selama periode ini adalah untuk memenuhi permintaan pasca Covid-19 dan berinvestasi dalam manufaktur untuk pasar domestik serta ekspor. Meskipun sekarang, ini telah ditunda.

Vivo dilaporkan telah menggalang investasi sebesar USD 1 miliar atau berkisar Rp 14,5 triliun untuk mendirikan pabrik manufaktur lokal, yang merupakan investasi terbesar dari OEM di wilayah India. Demikian pula, Oppo juga berencana untuk mendirikan Electronic Manufacturing Cluster (EMC) di Greater Noida, bersama dengan perusahaan lain untuk memproduksi elektronik dan aksesoris pendukung.

Oppo dikabarkan memiliki total investasi USD 500 juta atau berkisar Rp 7,2 triliun. Foxconn juga telah mengumumkan investasi yang lebih tinggi. Tetapi dengan ketidakstabilan geopolitik yang meningkat, rencana-rencana ini telah ditunda untuk saat ini, karena pemulihan akan membutuhkan waktu.

~

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini