Beranda Otomotif Imbas Covid-19, Daimler Berencana Jual Pabriknya di Perancis

Imbas Covid-19, Daimler Berencana Jual Pabriknya di Perancis

2
0
Imbas Covid-19, Daimler Berencana Jual Pabriknya di Perancis

Royyan.net – Saat ini, sebagian besar pembuat mobil memulai kembali produksi dan merestrukturisasi organisasi mereka. Hal tersebut sebagai upaya lanjutan atas dampak negatif dari pandemi Coronavirus yang telah memaksa performa mereka turun dari berbagai sisi.

Salah satu yang mengambil langkah restrukturisasi bisnis besar-adalah Daimler AG. Induk perusahaan otomotif besar asal Eropa, Mercedes-Benz itu, baru saja mengumumkan bahwa mereka akan berinvestasi besar dalam teknologi masa depan. Dengan tujuan mobilitas netral nol emisi.

Pengembangan yang tidak murah serta penerapan lintas lini produksi, tenaga pelatihan, pasokan suku cadang, digitalisasi, dan proses lainnya membuat biaya bertambah secara signifikan. Sehingga penataan kembali bisnis dan peninjauan terhadap jaringan produksi global sedang berjalan. Ini membuat Daimler memulai pembicaraan tentang penjualan pabrik perakitan mobilnya di Hambach, Prancis.

Pabrik ini adalah salah satu aset terbaik Daimler. Pabrik tersebut adalah tempat memproduksi mobil Smart selama bertahun-tahun. Ketua Dewan Manajemen Damiler AG dan Mercedes-Benz AG, Ola Kallenius, menyatakan bahwa hal tersebut diambil sebagai dorongan untuk mengubah perusahaan dan produk bergerak maju secepat mungkin.

“Mengingat investasi tinggi di masa depan, terutama dalam elektrifikasi dan digitalisasi, kami secara konsisten menerapkan langkah-langkah untuk meningkatkan efisiensi. Ini memengaruhi semua area perusahaan di seluruh dunia,” ungkapnya.

Selain itu, dirinya melanjutkan, efek pandemi Covid-19 terhadap perekonomian menciptakan kondisi kerangka kerja baru di pasar. Dalam konteks ini, pihaknya ingin mengoptimalkan jaringan produksi global mereka.

“Itulah sebabnya kami bermaksud memulai pembicaraan mengenai penjualan pabrik Hambach,” bebernya.

Markus Schafer, Anggota Dewan Manajemen Daimler AG dan Mercedes-Benz AG, yang bertanggung jawab untuk Penelitian Kelompok Daimler dan COO Mobil Mercedes-Benz, juga berkomentar dengan mengatakan bahwa fase tantangan ekonomi ini membutuhkan keseimbangan antara permintaan dan kapasitas.

Perubahan ini pada akhirnya juga memengaruhi pabrik Hambach. Langkah ini, dikatakannya diambil sebagai upaya Daimler mengamankan masa depan mereka.

Dibuka pada Oktober 1997, pabrik Hambach telah memproduksi mobil listrik Smart generasi keempat dengan Smart EQ Fortwo dan Smart EQ Fortwo Cabrio sejak 2019. Pabrik ini mempekerjakan sekitar 1.600 karyawan dan telah menghasilkan lebih dari 2,2 juta mobil Smart Fortwo.

~

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini