Beranda Otomotif Hindari Kerusakan, Kenali Gejala Transmisi Mobil Matic Perlu Perawatan

Hindari Kerusakan, Kenali Gejala Transmisi Mobil Matic Perlu Perawatan

2
0
Hindari Kerusakan, Kenali Gejala Transmisi Mobil Matic Perlu Perawatan

Royyan.net – Saat ini mobil dengan transmisi matic semakin diminati dan diterima masyarakat di tanah air. Mobil dengan transmisi matic makin disukai karena kepraktisan dan kenyamanannya, terlebih saat diajak bermanuver di jalanan perkotaan yang padat.

Saat macet pengguna mobil manual mesti repot-repot mengelola tranmisi dengan memainkan tuas persneling dan pedal kopling. Pengguna mobil matic justru relatif lebih santai. Saat jalanan macet, cukup injak pedal gas dan rem saja dengan sesekali memindahkan posisi tranmisi tanpa perlu menginjak pedal kopling.

Meski nyaman dan relatif lebih membuat pengemudi bisa lebih santai dan hemat tenaga, transmisi matic nyatanya butuh perhatian ekstra. Beda dengan transmisi manual, perlakuan pada transmisi matic harus lebih telaten, salah satunya adalah perawatan berkala seperti melakukan flushing atau kuras oli transmisi.

Bicara menguras oli transmisi matic, kepala bengkel Auto 2000 BSD City, Wahono menjelaskan, idealnya transmisi matic dikuras olinya secara periodik saat sudah menempuh jarak sejauh 80 ribu Km. “Kuras oli transmisi matic per 80 ribu Km umumnya. Ini periodik, mobil pada umumnya,” ungkap Wahono saat ditemui Royyan.net di bengkelnya.

Kalau malas atau lalai melakukan perawatan tersebut, Wahono menjabarkan kalau risiko kerusakan transmisi mengintai para pengguna mobil matic. Tak main-main, biaya perbaikan dan penggantian transmisi matic bahkan bisa sampai setengah dari harga mobil tersebut saat baru lho.

“Tergantung jenis kendaraan, karena jenis kendaraan dan transmisi maticnya mempengaruhi komposisi dan jenis penggunaan oli. Jadi tergantung teknologi transmisinya, tetapi rata-rata idealnya memang dilakukan pengurasan oli transmisi di periode tersebut,” imbuh Wahono.

Mengapa perlu melakukan kuras oli transmisi matic, Wahono membeberkan, hal tersebut lantaran efek gesekan kopling yang membawa kotoran pada transmisi. Setelah sekian lama oli tidak diganti atau dikuras akan menggumpal dan bersirkulasi di dalam dan mempengaruhi komponen didalamnya. Kalau sudah umur, kualitas pendinginan, pelumasan dan pembersihannya jadi menurun.

Efek atau gejala yang bisa dirasakan manakala transmisi matic sudah minta dikuras olinya atau justru dilakukan perbaikan adalah saat pengemudi sudah merasa tidak nyaman atau merasakan gejala aneh dengan transmisi mobilnya.

“Bisa selip, ngempos, pola transmisi nggak beraturan, perpindahan transmisi tidak smooth (menyentak), delay dan bunyi aneh bisa jadi tanda oli sudah minta dikuras atau dilakukan perbaikan. Ini karena kotoran bisa menyumbat Hidraulic Control System (HCS) yang terdapat selenoid, efeknya perpindahan transmisi tidak konstan,” ucapnya.

Gejala paling parah, bahkan bisa sampai membuat mobil tidak bisa berjalan. Dalam beberapa kasus kerusakan transmisi parah, bahkan mobil bisa tiba-tiba berhenti mendadak saat diajak jalan dan transmisi kehilangan tenaga.

“Efeknya kerusakan transmisi total. Kalau sudah begini, biaya servisnya mahal. Penggantian assy (part transmisi utuh) mahal. Biaya servicenya 15-20 jutaan tergantung kondisi dan kerusakan. Pengerjaan bisa 3-7 hari. Penggantian yang dilakukan biasanya kopling, selenoid, bearing dan yang lain. Kalau untuk penggantian, misalnya mobil Avanza atau Rush, harga transmisi utuh bisa sampai Rp 50 juta,” terang Wahono.

Sementara jika sudah dilakukan peremajaan tranmisi matic dengan dilakukan perbaikan atau pengurasan oli, dianjurkan mobil-mobil pada umumnya seperti Avanza atau Rush melakukan flushing oli transmisi saat periode 40 ribu Km sekali. Biaya yang diperlukan juga tak mahal dan umumnya membutuhkan dua galon oli transmisi matic.

“Jika tidak dipakai, dianjurkan diganti secara periodik atau ikuti buku service. Pastikan jenis oli benar sesuai dengan spesifikasi transmisi, lebih mahal belum tentu lebih bagus,” tandas Wahono.

~

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini