Beranda Teknologi Hadapi New Normal, Aplikasi PeduliLindungi Diupdate dengan Fitur Baru

Hadapi New Normal, Aplikasi PeduliLindungi Diupdate dengan Fitur Baru

2
0
Hadapi New Normal, Aplikasi PeduliLindungi Diupdate dengan Fitur Baru

Royyan.net – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Kementerian BUMN dan Telkom Indonesia menambahkan beberapa fitur untuk memudahkan pengguna Aplikasi PeduliLindungi dalam menghadapi new normal atau kenormalan baru. Pengguna Aplikasi PeduliLindungi juga hingga saat ini diklaim sudah mencapai hampir empat juta pengguna.

Menkominfo Johnny G. Plate menyampaikan, pemerintah akan meningkatkan Aplikasi PeduliLindungi agar bisa digunakan oleh perangkat telepon non-smartphone. “Kami juga bersama-sama dengan Telkom yang akan meningkatkan agar aplikasi ini nanti bisa digunakan juga oleh pengguna perangkat telepon yang non-smartphone melalui teknologi SMS,” jelasnya dalam jumpa persnya virtual pada Jumat (12/6) sore.

Johnny merinci fitur yang sudah ada dalam Aplikasi PeduliLindungi antara lain Contact Tracing hingga 14 hari ke belakang menggunakan teknologi bluetooth, Tracking closed-contact user menggunakan teknologi GPS atau global positioning system, Fencing untuk mendukung isolasi mandiri user menggunakan teknologi GPS dan Untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yuridiksi nasional kita di batas negara di 7 pintu imigrasi dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP.

Selain itu, PeduliLindungi juga kini memiliki Notifikasi Zona Terdampak dan informasi lokasi sekitar dalam hal ini kelurahan, rumah sakit maupun apotek terdekat. Histori perjalanan atau lokasi user menggunakan GPS layanan Teledokter, atau periksa kesehatan mandiri dengan Prixa dan BPPT serta konsultasi dokter online dengan Halodoc dan Prosehat juga kini mungkin dilakukan via aplikasi PeduliLindungi.

Johnny juga menyebut kalau pemerintah juga membuat dashboard monitoring yang digunakan untuk tracing, tracking, dan fencing. “Dalam hal ini Dashboard Tracing dan Tracking untuk melihat user yang pernah closed-contact dengan pasien positif. Dashboard Fencing untuk melihat pergerakan orang dalam karantina mandiri. Untuk memontoring tersedia di Kementerian Kesehatan yang dapat digunakan khususnya untuk memonitor pasien dan orang yang melakukan karantina mandiri,” paparnya.

Johnny menjelaskan apabila melewati batas wilayah karantina sampai dengan 500 meter, user atau pengguna yang bersangkutan langsung terlhat dalam dashboard. “Kemudian, para pejabat, dokter-dokter atau operator-operator yang ada di dasbord Kementerian Kesehatan bisa langsung mengingatkan kepada pasien untuk segera kembali ke wilayah karantina atau isolasi mandirinya, serta dapat melakukan juga melalui pendekatan-pendekatan offline setelahnya,” imbuhnya.

Johnny juga menyatakan pengembangan aplikasi selanjutnya pertama diarahkan untuk menambah QR Code untuk digital diary perjalanan pengguna. QR Code untuk WNI dan WNA yang memasuki wilayah yurisdiksi nasional kita, batas negara di tujuh pintu atau gate imigrasi, dan dengan secara langsung ditetapkan sebagai ODP.

Menteri Jhonny berharap, pada minggu ketiga bulan Juni ini pengembangan QR Code untuk digital diary ini sudah bisa di-launching agar bisa digunakan oleh masyarakat. Johnny menyebut, fitur lain yang akan dikembangkan pertama adalah QR Code untuk diary perjalanan user yang dibuat sesuai dengan pemintaan Presiden dan ditargetkan bisa diguankan Minggu ketiga Juni 2020.

Selain itu, kedua, fitur registrasi hasil rapid test dan swab test sebagai passport user pada masa relaksasi Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Minggu pertama Juli 2020. Kemudian, teknologi Face Recognition untuk pengecekan suhu tubuh dan masker sebelum user masuk ke area public atau gedung pada Minggu kedua Juli.

Selanjutnya keempat, akan dikembangkan Aplikasi PeduliLindungi untuk pengguna non-smartphone Minggu ketiga Juli 2020. Karena saat ini pengguna smartphone itu cukup signifikan jumlahnya, namun yang nonsmartphone jauh lebih besar menyebabkan pemerintah merasa perlu mengembangkan aplikasi non-smartphone.

Kelima, Johnny menyatakan akan membangun Software Development Kit (SDK) agar Aplikasi PeduliLindungi dapat dimanfaatkan di apps lain pada Minggu keempat Juli 2020. Menurutnya, SDK dapat dimanfaatkan di berbagai aplikasi. Ia menyontohkan jika di aplikasi Go-Jek ada kerjasama dengan PeduliLindungi maka seluruh driver Go-Jek bisa menggunakan aplikasi tersebut.

“Dengan menggunakan QR Code bisa mengetahui mereka (driver) dapat pergi ke mana, mengantar penumpang ke mana, di daerah yang mana misalnya mall atau gedung-gedung mana yang sudah memenuhi syarat-syarat protokol medis, dan tidak boleh ditambah jumlahnya bisa menghindari wilayah tersebut,” jelas Johnny.

Dirinya juga memberikan gambaran bagaimana pemanfaatan aplikasi itu dalam penerapan kenormalan baru ketika mengunjungi mall atau restoran. Dalam kenormalan baru, dimungkinkan untuk masuk ke salah satu mall atau restoran yang sesuai standar kesehatan 50 persen misalnya, dari situ belum sampai 50 persen boleh pergi ke wilayah tersebut.

“Akan tetapi apabila sudah 50 persen aplikasi ini akan mengingatkan untuk tidak perlu pergi ke sana dan dapat mencari tempat yang lain, sehingga masyarakat tidak perlu antri dan menyita waktunya, sekaligus akan membantu aparat-aparat baik aparat pemerintah daerah, kepolisian maupun TNI yang bertugas di lapangan,” tandasnya.

Dalam konferensi pers daring itu, Johnny didampingi oleh Dirjen Penyelenggaraan Pos dan Informatika Kementerian Kominfo Ahmad M. Ramli dan Chief Digital Innovation Officer Telkom Indonesia, Faizal Djoemadi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini