Beranda Gadget Foxconn Bakal Tingkatkan Produksi IPhone di India, Investasi Rp 14 T

Foxconn Bakal Tingkatkan Produksi IPhone di India, Investasi Rp 14 T

2
0
Jawapos

Royyan.net – Foxconn, mitra Apple yang memproduksi perangkat iPhone dikabarkan akan menginvestasikan USD 1 miliar atau setara dengan Rp 14 triliun di pabriknya di India. Itu untuk meningkatkan produksi smartphone Apple. Investasi tersebut nantinya akan digunakan untuk memperluas pabrik di Sriperumbudur, India, yang diwacanakan siap dalam waktu tiga tahun ke depan.

Langkah tersebut yang skalanya belum pernah dilaporkan sebelumnya, merupakan bagian dari pergeseran produksi bertahap oleh Apple menjauh dari Tiongkok. Ini karena gangguan dari perang dagang antara Beijing dan Washington dan krisis Coronavirus.

“Ada permintaan kuat dari Apple kepada kliennya untuk memindahkan bagian dari produksi iPhone keluar dari Tiongkok,” ujar salah satu sumber terdekat kepada kantor berita Reuters, dikutip via NDTV, Rabu (15/7).

Foxconn sampai saat ini tidak mengomentari hal-hal yang terkait dengan pelanggan mereka. Apple juga demikian. Mereka belum menanggapi rumor yang beredar saat ini.

Investasi yang direncanakan Foxconn di pabrik Sriperumbudur, tempat iPhone XR dibuat, akan berlangsung selama tiga tahun. Beberapa model iPhone lainnya yang dibuat oleh Foxconn di Tiongkok juga akan dibuat di pabrik tersebut.

Foxconn yang bermarkas di Taipei sendiri juga dilaporkan akan menambah sekitar 6.000 pekerjaan di pabrik Sriperumbudur. Selain itu juga mengoperasikan pabrik terpisah di negara bagian Andhra Pradesh, India selatan.

Petinggi Foxconn, Liu Young-way bulan lalu mengatakan akan meningkatkan investasinya di India, tanpa memberikan rincian. Apple sendiri dilaporkan menyumbang sekitar 1 persen dari penjualan ponsel cerdas di India.

Apple merakit beberapa model melalui Wistron Corp Taiwan di Bengaluru. Wistron juga akan membuka pabrik baru dan berencana untuk membuat lebih banyak perangkat Apple.

“Dengan tenaga kerja India yang lebih murah dibandingkan dengan Tiongkok, dan ekspansi bertahap dari basis pemasoknya di sini, Apple akan dapat menggunakan negara itu sebagai pusat ekspor,” kata Neil Shah dari peneliti teknologi Counterpoint yang berbasis di Hongkong.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini