Beranda Otomotif Badai Korona Catatan Penjualan Mobil Nasional Merosot Signifikan

Badai Korona Catatan Penjualan Mobil Nasional Merosot Signifikan

3
0
Kemenperin Gandeng GAIKINDO Cegah PHK Karyawan di Industri Otomotif

Royyan.net – Hingga saat ini pandemi virus Covid-19 masi berlangsung di Tanah Air dan belum bisa dipastikan kapan hal ini berakhir. Ini sangat berimbat pada semua sektor termasuk industri otomotif Indonesia. Bahkan beberapa aktivitas produksi beberapa merek yang ada di Indonesia melakukan perpanjangan penghentian sementara.

Dari catatan terakhir Gabungan Industri Kendaraan Bermotor (Gaikindo) di Indonesia, sepanjang Maret 2020 angka penjualan kendaraan mengalami penurunan. Penjualan retail pada bulan ke tiga di 2020 turun hingga 22% dibandingkan bulan sebelumnya (Februari 2020).

Angka ini cukup berpengaruh bagi perkembangan industri Nasional, efek pandemi covid-19 memporakporandakan target yang sudah tersusun rapi. Melihat rincian angka yang ada penjualan mobil selama Maret 2020 hanya mampu mencatat penjualan 60.447 unit.

Padahal, pada Februari 2020 mampu mencatatkan angka penjualan sebanyak 77.847 unit, ini artinya ada penurunan sebanyak 17 ribu unit dalam kurun waktu satu bulan. Efek berantai ini sangat mempengaruhi pola masyarakat dalam mengambil keputusan kepemilikan mobil.

Adanya himbauan membatasi aktivitas di luar rumah hingga diberlakukannya PSBB membuat para produsen memutar otak dalam melancarkan strategi baru untuk menarik konsumen . Bahkan pembelian secara online bahkan diskon maupun keringanan DP juga melum mampu mengangkat penjualan.

Disisi lain meskipun penjualan retail mengalami penurunan yang signifikan namun angka penjualan pada Maret 2020 secara wholesale (pabrik ke diler) penurunannya tak terlalu menyolok. Dari catatan yang ada pada Gaikindo, hanya turun 3,5 persen dibandingkan Februari 2020.

Namun melihat capaian detail angkanya dari segi wholesale pada Maret 2020 masih sedikit besar, yakni 76.800 unit sementara pada Februari 2020, wholesale menyentuh angka 79.601 unit, ini tak terlalu menyolok. Banyak yang memprediksi kalau penjualan mobil di Indonesia kembali normal pada akhir tahun atau sesudah pandemi covid-19 berakhir.

Akan tetapi untungnya meskipun penjualan di pasar domestik mengalami banyak penurunan namun angka ekspor mobil rakitan Indonesia mengalami kenaikan cukup signifikan, apalagi jika dibandingkan dengan tahun 2019. Melihat data, ekspor kendaraan secara CBU sendiri mengalami kenaikan sebesar 9.4% dibanding pada periode yang sama tahun 2019.

Bahkan bila melihat dari data yang sama, Januari-Maret 2020 industri otomotif di Indonesia mampu mengekspor mobil sebanyak 77.315 unit. Jika melihat angka tersebut maka sudah jelas jika angka itu alami kenaikan dari 70.647 unit pada kuartal pertama di 2019.

Meskipun penjualan di pasar luar negeri atau ekspor memang tidak ditargetkan, namun belum bisa dipastikan jika kondisi kenaikan penjualan ekspor ini bertahan mengingat saat ini kondisi dunia sedang dihadapkan oleh pandemi Covid-19.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini