Beranda Otomotif Alasan AHM Turunkan Target Penjualan Motor Hampir 50 Persen Tahun Ini

Alasan AHM Turunkan Target Penjualan Motor Hampir 50 Persen Tahun Ini

2
0
Alasan AHM Turunkan Target Penjualan Motor Hampir 50 Persen Tahun Ini

Royyan.net – Dampak akibat pandemi korona memang tak bisa dihindari bagi para pelaku industri, termasuk yang bergerak dibidang otomotif. Bahkan tak jarang dari mereka merubah strategi dengan menurunkan target untuk menyeimbangkan kondisi yang sedang berlangsung.

PT Astra Honda Motor (AHM) yang mempunyai produk paling laris juga mengakui kelesuan pasar dalam kondisi ini. Executive Vice President PT AHM, Johannes Loman sempat mengungkapkan kalau pandemi ini memang tak hanya di Indonesia saja yang mengalami, namun secara global juga terdampak.

“Penjualan sepeda motor di pasar internasional juga turun akibat wabah Covid-19, ini sangat berpengaruh dalam produksi kami. Selain ekonomi di Tanah Air yang melambat kita juga tidak bisa memaksakan untuk produksi. Begitu juga pasar tujuan negara ekspor yang juga terkena masalah pandemi,” ujarnya saat acara silaturahmi virtual, Kamis (11/6).

Ketika disinggung apakah ada perubahan target penjualan di tahun ini, dalam kesempatan yang sama, Marketing Director AHM Thomas Wijaya menambahkan kalau pihaknya melakukan koreksi target penjualan. Hal ini diputuskan setelah melihat data penjualan pada Maret-Mei 2020 yang yang mengalami penurunan yang cukup signifikan.

“Melihat kondisi yang seperti ini (Maret-Mei) kita putuskan mengkoreksi angka target menjadi kurang lebih di angka 2.8 juta – 3 juta unit saja,” kata Thomas.

Sebagai informasi, awalnya pihak AHM memprediksi penjualan di pasar Air sebesar 6.4 hingga 6.5 juta unit di 2020. Melihat angka prediksi ini AHM berani menargetkan di angka 4.6 hingga 4.8 juta unit penjualan di tahun ini.

Penurunan target menurut Thomas juga didasari tren perusahaan pembiayaan yang semakin selektif untuk memberikan kredit kepada nasabah. Menurut catatanya dalam beberapa bulan lalu kontribusi kredit mencapai 65-70 persen. Namun semenjak wabah covid-19 kondisinya berubah menjadi 50:50 antara cash dan kredit.

Thomas menambahkan ada banyak hal yang membuat pasar turun, mulai dari tak ada aktivitas selama PSBB, lalu ekonomi melambat, juga dari harga komoditi, termasuk leasing yang lebih selektif. Kondisi ini mempengaruhi bisnis AHM.

Dalam situasi seperti ini AHM sangat berharap kepada pemerintah bisa membuat paket kebijakan yang bisa membuat indutri otomotif tetap berjalan. Misalnya tidak menaikan pjak kendaraan terlebih dahulu. Ini akan memberatkan konsumen, apalagi mereka yang akan membeli kendaraan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini